Selasa, 11 Oktober 2016

"Aku Pasrah Dalam Rangkul Takdir_mu Ya allah"


Aku mencari diriku kembali ketika aku terpenjara oleh wajah indah yang kerap kali hadir di mimpi - mimpiku....
Wajah yang senantiasa memancarkan kedamaian lewat tatapan lembut matanya.....
indah kata yang terucap di bibirnya mengajakku menambatkan di kedalaman setiap ucapannya. ...
Wajah yang selama ini begitu kukagumi...
kuhormati, ku sayangi dan ku labuhkan jiwaku padanya...
Wajah yang telah memberiku harapan dengan untaian kata indahnya....
dan memintaku untuk menunggu kehadirannya dalam hidupku...
Jiwa yang pernah mengikat jiwaku dengan kata janji ...

” Aku Mencintaimu selamanya, aku untukmu selamanya”
sehingga jiwaku pun merajut kata janji yang sama dengan membawa Asma Allah yang Agung....
karena aku begitu yakin dan percaya dengan kejujurannya...
Jiwanya telah melingkupi jiwaku...
berhari-hari bermalam-malam memenuhi khayal tidurku dan merajut mimpi dan impian indah....

Jiwaku terjerat jiwanya menyelimuti hidupku dan mengajakku melamunkan keindahan bersamanya tuk sekedar bertatapan mata penuh cinta...
Aku selalu mencari jiwanya yang kupahami jiwa yang mengerti jiwaku,..
yang mau menerima keadaan dan kekuranganku...
Atau mungkin sebenarnya karena aku telah menemukan keindahan, keteduhan, kedamaian dan kesucian dalam jiwanya.
Walau terkadang aku kuatir, ketika suatu saat ia tau akan diriku yang penuh dengan keburukan, kebohongan dan ketidak jujuran.
akankah ia tetap tinggal bersamaku?
Aku yang sedang mencari jiwanya terkadang ku tertawakan dan membuatku bertanya, adakah dalam jiwaku bersarang kebaikan dan kesucian yang karenanya, lalu mensahkan ku tuk bisa berharap bersama jiwanya untuk mengisi hidup dengan penuh cinta….
Ya Allah aku pasrahkan diriku kembali pada-Mu, kupasrahkan segala yang aku rasakan saat ini pada-Mu.
 hamba ikhlas menerima kendatipun dia tercipta bukan untukku selamanya...

Hamba ikhlas menerima semua yang terjadi pada jiwa hamba dan hamba pasrahkan ketenangan hidup hamba pada-Mu.
Ya Allah jika cinta adalah KERINDUAN , maka jadikanlah rindu ini jalan untuk selalu mengingat-Mu.
Jika cinta adalah PERJUANGAN, maka kobarkan semangat kebaikan di jiwaku, Jika cinta adalah PENGORBANAN, maka jadikan pengorbanan ini tidak sia-sia di sisi-Mu.
Jika cinta adalah AIR MATA, maka jadikan air mata ini karena bertaubat kepada-Mu.
 Jika cinta adalah KESETIAAN, maka jadikan cinta ini tetap setia untuk mentaati-Mu.
Jika cinta adalah PENANTIAN, maka berilah kesabaran dalam menanti ketetapan-Mu.
Jika cinta adalah KEINDAHAN, maka jagalah agar ia tetap tulus dan suci dalam bingkai yang Engkau ridhai..!!!

Untuk Kita Yang Pernah Tersungku


Sepertinya hidup tak pernah lepas dari perihal temu dan hilang,
 memiliki kemudian tak punya apa-apa.
 Selalu ada hal-hal yang datang sementara, kemudian menetap sejenak lalu pergi tanpa lambaian tangan ataupun sebaliknya.
 Namun itulah hidup, selalu ada pilihan dan penawaran. 

Kamu tak akan selalu disitu, setelah ada yang pergi maka akan ada yang kau temukan bahkan menemukanmu.
 Itulah siklus hidup yang tak mampu kau tepis sekedip mata pun.
 Iya, karena Tuhan itu adil.

Kau butuh berjalan bahkan berlari sekencang-kencangnya.
 Ingat, hari ini milikmu. Hari ini adalah hidupmu, bukan ruang tunggu. 
Kau hanya perlu kecepatan penuh.
 Kecepatan yang membuatmu lupa dengan ketakutan oleh hal-hal yang bersifat hilang dan pergi. 
Kau perlu kecepatan yang membuatmu lupa dengan hal yang menawarkan rasa sakit. 
Dengan kecepatan, kau akan fokus dengan tujuan, fokus pada hari ini saja, fokus pada jalan panjang yang ada di hadapanmu.
 Dengan begitu, kau tak akan pernah sempat mendengar dan melihat ranjau-ranjau yang tak semestinya ada pada lintasan larimu. 
Tapi, kembali kau harus ingat bahwa hidup selalu punya penawaran.
 Selalu ada timbal balik seperti halnya siang dan malam, gelap kemudian terang. 
Seperti halnya datang dan pergi, memiliki kemudian tak punya apa-apa. Kau harus ingat bahwa akan selalu ada pemberhentian yang tiba-tiba. Pemberhentian yang tak bisa diramal. 
Pemberhentian yang berperan sebagai ruang jeda. 
Ruang tempat mu beristirahat kemudian mengisi bahan bakar kesabaran dan ide-ide yang lebih menawan selama perjalanmu berikutnya. 
Ataukah, jangan-jangan kau akan berhenti selamanya. 
Berhenti untuk mengistirahatkan tangan yang selalu berdoa dan hati yang selalu memanjatkan harapan kepada Sang Pengampuh Doa, atau menghentikan kaki-kaki kuatmu tanpa pernah mampu bergerak lagi.

Jangan pernah menyerah.
 Hiduplah sehidup-hidupnya. Menangislah sepilu-pilunya kemudian tersenyumlah semanis-manisnya agar orang-orang disekitarmu lupa bagaimana caramu pernah meneteskan air mata. 

Kau lebih hebat dari apapun bahkan dunia. 

Kau lebih kuat dari dunia bahkan seisinya. 
Kau akan menjadi kuat bersama Tuhan dan orang-orang yang menyayangimu, keluarga dan sahabat terbaikmu misalnya. 
Jangan pernah merasa sendiri. 
Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan. 

Yang kuat akan menemukan yang lemah agar bisa saling menopang, yang tak punya apa-apa akan menemukan yang memiliki agar saling melengkapi, yang hancur akan menemukan yang utuh agar saling memperbaiki.

Aku mulai melangkah meski masih tertatih.
Aku mulai memandang ke depan meski sesekali aku menoleh ke belakang.
Melihat kenangan yang menyakitkan.

Aku mulai menerima kenyataan.
Bahwa aku bukan siapa siapa dimatamu.
Tapi itu pandanganku,
Karna aku tak pernah tau rasa didalam hati mu.
Bukan aku tak sabar,
Bukan juga karna aku berhenti mencintaimu.
Tapi karna aku takut rangkaian cerita yang kita lalui hanya khayalku saja.
Aku takut pada kenyataan yang memang sudah nyata
Kau mengabaikan Dan aku terabaikan.

Seberapa besarpun perjuanganku untukmu.
Takkan pernah tertoreh dihatimu.
Karna bukan aku yang ada didalam hatimu.
Bukan aku
Bukan..??

Dan jika iya, itu hanya dalam anganku saja.
Aku terlalu penakut pada kenyataan.
Aku takut kehilanganmu.
Yang memang pada akhirnya,
Aku yang harus menghilang.

# Biarkanlah rasaku ini perlahan memudar..