Minggu, 30 Oktober 2016
Aku rindu tempat-tempat yang mengisi rongga ingatanku. Tempat-tempat yang bukan sekadar tempat singgah, tapi tempat tinggal. Tempat-tempat yang memberiku kenangan dalam hitungan tahun, bukan hanya bulan - apalagi cuma minggu dan hari.
Bagiku tempat-tempat itu bukanlah sebuah dataran di pegunungan, atau daratan di sekitaran pantai. Tempat-tempat seperti itu bagiku hanya persinggahan, karena memang sampai saat ini belum pernah menjadi kediaman selama hitungan tahun.
Bagiku, persinggahan bukanlah rumah. Mungkin nanti ketika nasib menarik kakiku, aku bisa menyebutnya rumah. Nanti, bukan saat ini.
Aku tak pernah rindu pada persinggahan. Aku rindu pada mereka yang pernah jadi kediamanku. Mereka yang pernah membuatku merasa cukup dengan diam, karena dunia yang bising bukanlah tempatku. Mereka yang pernah kusebut sebagai kepunyaanku, dan menyebutku sebagai bagian darinya.
Kota-kota.
Orang-orang.
Hati-hati.
Hati orang-orang di kota-kota itu, dan kenangan bersama mereka yang akan kubawa sampai mati.
Aku rin
kalau ini adalah perjalanan tentang rasa, maka izinkan aku merasakan apa yang seharusnya aku ingin rasakan. kalau ini permulaan, maka izinkan aku mulai menuliskan catatan kecil pada setiap perjalanan yang kita lakukan.
seperti kalimat pada buku bagus milik seorang teman, "perjalanan itu bersifat pribadi. kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukanlah perjalananku" (Paul Theroux). aku setuju. perjalanan ini walau dilakukan bersama belum tentu untuk bersama. aku berjalan bersama mu, kamu ada disampingku lantas tak berarti bersatu, bukan?
mencintalah seadanya, sebagaimana mestinya. tanpa paksaan. tanpa cercaan. tanpa pengalihan.mungkin nanti akan ada bagian dari perjalanan rasa ini yang perlu kita cermati lagi. perlu dikaji kembali. entah sekedar untuk meratapi atau mempertanyakan sebuah hal yang pasti. entahlah, aku merasakan kembali alur manis yang tersaji walau tanpa ikatan janji.
aku berani mengawali perjalanan ini, dengan mecintaimu seadanya. tepat pada porsinya. catatan ini aku buat untuk aku kaji kembali nanti. suatu hari aku akan datang padamu dengan sebuah janji, yang akan ku tepati pada diriku sendiri. untuk menceritakan padamu tentang rasa ini.
Dalam Sehari Banyak Hal Bisa Terjadi
Allah maha membolak balik hati. jadi bukan berarti manusia ga konsisten dong? bukan menyalahkan Allah juga atas hati yang terbolak balik. mungkin dengan membolak balik hati umatnya ini, Allah ingin menunjukan jalan, menunjukan cara yang terbaik untuk menjalani. bisa kan kita berpikir demikian?
Allah jelas ga salah kalau Ia ingin bermain-main dengan hati umatnya, mungkin ini semacam tes? nah loh! semacam tes seberapa kita bisa teguh pada keputusan yang sudah kita buat. kadang mulut, hati dan pikiran suka susah kalo disuruh temenan. mereka dengan masing-masingnya saja suka susah berdamai. yaa maksud saya yang orang suka bilang 'berdamai dengan diri sendiri' itu loh.
pasti banyak dari kita yang pernah mengalami hatinya terbolak-balik dong? bahkan mungkin dalam semalam. tunggu, dalam beberapa jam? yaa wajar. entah kenapa semua jadi wajar saja. manusia tumbuh, hati berubah, waktu berjalan dan hidup? hidup apalagi. makin lama makin cepat saja lajunya. kadang ragu untuk bisa menselaraskan kaki dengan hidup.
dalam sehari banyak sekali hal yang bisa terjadi. pagi memiliki, menyayangi. siang menjaga dan berjanji bersama selamanya *oke lebay!* malam? mungkin saja yang seharian dijaga telah tiada. bukan menakut-nakuti loh. saya sudah sering mengalami penyesalan tolol, penyesalan yang sebenarnya bisa saya antisipasi. kalian bagaimana?
sangat sering kita menganggap sepele hal besar dan lantas merasa hancur sehancur-hancurnya saat hal tersebut hilang. oke! i didnt talk about (only) love ya. general things. berapa banyak orang yang menyesal belum bisa membahagiakan orang tuanya namun mereka keburu diberi tempat lain yang lebih layak sama Allah. berapa banyak pacar yang menyesal melihat mantannya menikah dengan orang lain hanya karena alasan konyol. berapa banyak karyawan yang menyesal keluar dari kantornya hanya karena masalah ego semata.
yaa. dalam sehari banyak hal bisa terjadi. mari lihat dengan lebih jeli. hargai yang masih ada. jaga yang masih tersisa. syukuri yang kita miliki. karena, mungkin Allah akan mengambilnya sewaktu-waktu atau bisa saja Ia ingin bermain hati kali ini. dengan segera membalikan hatimu tanpa kau sadari dan akan ada kehilangan disisi lain.
jadi, jangan biarkan ego dan kenakalan masa muda menjadikan mu menyesal nantinya
*i talked to my self by the way*
Langganan:
Postingan (Atom)